Sunday, 25 May 2014

Tuesday, 13 May 2014




Mimpi Yang Sempurna


EmCG
 Mungkinkah bila ku bertanya
 DEm
 Pada bintang-bintang
 EmCG
 Dan bila ku mulai merasa
 DEmCGD
bahasa kesunyian          

 EmCG
 Sadarkan aku yang berjalan
 DEm
 dalam kehampaan 
 EmCG
 Terdiam, terpana, terbata
 D
 Semua dalam keraguan
 EmCGDEmCGD
 Aku dan semua yang terluka karena kita
 EmCG
 Aku kan menghilang
 DEm
 dalam pekat malam 
 EmCGD
 Lepas ku melayang  
 EmCG
 Biarlah ku bertanya
 DEm
 pada bintang-bintang
 CG
 Tentang arti kita
 D
dalam mimpi yang sempurna

Thursday, 8 May 2014

Lirik lagu titip rindu untuk ayah


Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwaBenturan dan hempasan terpahat di keningmuKau nampak tua dan lelah, keringat mengucur derasnamun kau tetap tabah hm...Meski nafasmu kadang tersengalmemikul beban yang makin saratkau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurinduuntuk menuai padi milik kitaTapi kerinduan tinggal hanya kerinduanAnakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia



  

Lirik Lagu Puspa ST12

Kau gadisku yang cantikCoba lihat aku disiniDisini ada aku yang cinta padamu
Kau gadisku yang manisCoba lihat aku disiniDisini ada aku yang rindu padamu
Chorus :Walau kutahu bahwa dirimuSudah ada yang punyaNamun kan kutunggu sampai kau mauOh.. oh.. oh..
Reff :Jangan-jangan kau menolak cintakuJangan-jangan kau ragukan hatikuKu kan slalu stia menungguuntuk jadi pacarmuJangan-jangan kau tak terima cintakuJangan-jangan kau hiraukan pacarmuPutuskanlah saja pacarmuLalu bilang I Love You... Padaku

Thursday, 1 May 2014


Tawadhu

1. Pengertian Tawadhu

Salah satu yang perlu kita perhatikan dalam pergaulan sehari-hari ialah sikap“Tawadhu”, Tawadhu dalam pengertian yang sedrhana yaitu “sikap rendah hati”.Yang dimaksud rendah hati ialah perasaan memiliki kekurangan dan kelemahan dibanding orang lain. Perasaan ini tergambar dari sikap dan penampilannya yangsederhana, bai ucapan maupun perilakunya. Dalam berperilaku atauberpenampilan tidak tercermin adanya sifat riya’ (pamer) atau ingin dipuji dandisanjung oleh orang, walaupun sebenarnya ia mampu menampilkan yang lebihdari orang lain. 

Perhatikan firman Allah berikut :

"Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu 9ialah)orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan “rendah hati” dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka mengucapkan kata-kata (yangmengandung)keselamatan". (Q.S. Al-Furqan : 63)

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allahtidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Q.S. Luqman(31) : 18).  

"Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman". (Q.S. Al-Hijr(15) : 88).

 2. Contoh perilaku Tawadhu

seseorang yang mempunyai sikap tawadhu yaitu ditandai dengan :

a. Sederhana dalam berpakaian walaupun sebagai pejabat atau orang kaya.
b. Tidak suka memamerkan kekuasaan atau kekayaan dihadapan seseorang.
c. Bersikap lemah lembut dengan siapapun yaitu lemah lembut dalam bertuturkata, sopan dan santun   dalam bertindak dan berbicara.
d. Ramah, senang bergaul dengan semua orang tanpa membedakan statussosial.
e. Menghargai dan menghormati kepada yang lain, misalnya menghargai danmenghormati teman yang berlainan agama, tidak gaduh pada saat (sedang)belajar
 
3. Membiasakan perilaku Tawadhu

Di rumah (dalam lingkungan keluarga)
Sebagai seorang anak harus berperilaku sopan dan santun kepada orangtua, berperilaku lemah lembut di hadapan orang tua, dan apabila bertutur katamaka dipilih kata-kata yang halus dan baik, bukan dengan kata-kata yangkeras dan kasar, tidak bermasam muka dengan orang tua apalagi menyakitihati orang tua.Alangkah senang dan bahagianya sebagai orang tua, jika mempunyai anak yang senantiasa berperilaku sopan dan santun dengan orang tuanya. Dan ini merupakan kebahagiaan dan sekaligus kebanggaan yang tidak dapat diukurdengan materi atau harta benda.  

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selainDia (Allah), dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamumembentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah (berdoalah) : “wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Q.s. Al-Isra’ (17) : 23-24)

Di sekolah (dalam lingkungan sekolah)
Seorang siswa yang mempunyai sikap rendah hati yaitu apabila disekolahnya bersikap ramah, sopan dan santun ketika berjalan, berbicara dan bertingkah laku, baik dengan sesama temannya, gurunya maupun dengan petugas yang ada di sekolah. Contoh tawadhu (rendah hati) kepada guru yaitu berperilaku sopan dan santun, bertutur kata dengan lemah lembut, mengikuti perkataan dan perbuatannya yang baik, karena guru adalah orang yang sepatutnya dapat ditiru, disamping itu guru telah banyak berjasa kepada kita sebagai siswa.

Di Masyarakat (dalam lingkungan masyarakat)
jika dibandingkan dengan kedua lingkungan tersebut (keluarga dansekolah), maka lingkungan masyarakatlah yang lebih luas dan heterogen.Untuk itu sikap tawadhu (rendah hati) dalam lingkungan masyarakat dapat dibagi kepada :

1). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih tua.  
Apabila kita bergaul dengan orang yang lebih tua usianya dari pada kita,maka kita harus senantiasa “hormat” kepadanya, karena pengalaman hidupnya lebih dulu dari pada kita.Adapun cara menghormatinya adalah (a). Bila bertemu hendaknya kita memberi salam atau menyapa terlebihdahulu.(b) Bila kita berbicara harus dengan kata-kata yang sopan lagi santun.(c) Mendengarkan apa yang dikatakan atau apabila kita menyampaikanpendapat hendaknya dengan baik.(d) tidak boleh merendahkan atau meremehkan 

2). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih muda. 
Apabila kia bergaul dengan orang yang lebih muda usianya dari pada kita, maka hendaknya atas dasar “kasih sayang”. Jika sudah demikian,maka yang muda akan “menghormati” kepada yang lebih tua. Karena orangyang muda biasanya akan mencontoh perilaku orang yang lebih tua.Jadi sikap tawadhu (rendah hati) bagi orang yang lebih muda usianya harus “menghormati” kepada yang lebih tua, dan orang yang lebih tua jugaharus “menyayangi” kepada yang lebih muda. Jika tidak demikian, maka bukan termasuk ummat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabda beliau: 
"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak “menyayangi” orang yang lebih muda diantara kita, dan orang yang tidak “menghormati’ kepadayang lebih tua diantara kita".(H.R. At-tirmidzi )

3) Sikap rendah hati kepada teman sebaya
Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari kepada sesama teman sebaya diantaranya adalah (a) Bertutur kata dengan baik (b) Bersikap lemah lembut (c) Bersikap sopan dan santun (d) Berbuat baik kepada teman (e) Saling menasehati (f) Saling menghormati (g) Tidak saling mengejek atau mencela (h) Tidak memanggil dengan panggilan yang kurang baik (i) Tidak mudah berperasangka buruk (j) Tidak saling memfitnah (k) Tidak saling menggunjing atau mengumpat dan lain-lain.

4) Sikap rendah hati terhadap agama lain
Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita tampilkan dalam kehidupansehari-hari terhadap agama – agama lain diantaranya adalah (a) menciptakan kerukunan secara bersama-sama, yang diwujudkan dalam suasana damai, tertib, saling memahami dan menghargai, serta adanya dialog antar agama.(b) Menghindari adanya konflik, misalnya saling mengecam atau mengancam.(c) Agar kita bersikap ramah, tidak saling mencurigai, dan memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama lain.(d) Berusaha untuk menghindari penyalah gunaan agama untukkepentingan tertentu.

4. Manfaat Sikap Tawadhu

1.   Dimuliakan oleh Allah SWT
Orang yang tawadhu dimuliakan oleh Allah SWT, sebaliknya orang yang sombong akan direndahkan oleh Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW, yang artinya ”Hak Allah bahwa tidaklah sesuatu dari dunia itu sombong melainkan Allah merendahkannya.” (HR. Bukhari)
 
2.     Dicintai sesama
Orang yang tawadhu akan dicintai oleh sesama manusia, karena ia selalu mencintai dan  menghormati orang lain.
 
3.     Banyak teman
Kebanyakan manusia suka bergaul/berteman dengan orang yang menjauhkan diri dari kesombongan atau bersikap tawadhu, karena orang yang tawadhu senantiasa menghargai orang lain dalam segala hal. Selain itu tawadhu akan mengantarkan seseorang kepada sikap kekeluargaan dan menjauhkan diri dari sikap egois.
 
Selain itu banyak lagi manfaat dari sikap tawadhu baik bagi diri sendiri atau bagi orang lain/masyarakat luas.


Tawadhu

1. Pengertian Tawadhu

Salah satu yang perlu kita perhatikan dalam pergaulan sehari-hari ialah sikap“Tawadhu”, Tawadhu dalam pengertian yang sedrhana yaitu “sikap rendah hati”.Yang dimaksud rendah hati ialah perasaan memiliki kekurangan dan kelemahan dibanding orang lain. Perasaan ini tergambar dari sikap dan penampilannya yangsederhana, bai ucapan maupun perilakunya. Dalam berperilaku atauberpenampilan tidak tercermin adanya sifat riya’ (pamer) atau ingin dipuji dandisanjung oleh orang, walaupun sebenarnya ia mampu menampilkan yang lebihdari orang lain. 

Perhatikan firman Allah berikut :

"Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu 9ialah)orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan “rendah hati” dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka mengucapkan kata-kata (yangmengandung)keselamatan". (Q.S. Al-Furqan : 63)

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allahtidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Q.S. Luqman(31) : 18).  

"Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman". (Q.S. Al-Hijr(15) : 88).

 2. Contoh perilaku Tawadhu

seseorang yang mempunyai sikap tawadhu yaitu ditandai dengan :

a. Sederhana dalam berpakaian walaupun sebagai pejabat atau orang kaya.
b. Tidak suka memamerkan kekuasaan atau kekayaan dihadapan seseorang.
c. Bersikap lemah lembut dengan siapapun yaitu lemah lembut dalam bertuturkata, sopan dan santun   dalam bertindak dan berbicara.
d. Ramah, senang bergaul dengan semua orang tanpa membedakan statussosial.
e. Menghargai dan menghormati kepada yang lain, misalnya menghargai danmenghormati teman yang berlainan agama, tidak gaduh pada saat (sedang)belajar
 
3. Membiasakan perilaku Tawadhu

Di rumah (dalam lingkungan keluarga)
Sebagai seorang anak harus berperilaku sopan dan santun kepada orangtua, berperilaku lemah lembut di hadapan orang tua, dan apabila bertutur katamaka dipilih kata-kata yang halus dan baik, bukan dengan kata-kata yangkeras dan kasar, tidak bermasam muka dengan orang tua apalagi menyakitihati orang tua.Alangkah senang dan bahagianya sebagai orang tua, jika mempunyai anak yang senantiasa berperilaku sopan dan santun dengan orang tuanya. Dan ini merupakan kebahagiaan dan sekaligus kebanggaan yang tidak dapat diukurdengan materi atau harta benda.  

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selainDia (Allah), dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamumembentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah (berdoalah) : “wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Q.s. Al-Isra’ (17) : 23-24)

Di sekolah (dalam lingkungan sekolah)
Seorang siswa yang mempunyai sikap rendah hati yaitu apabila disekolahnya bersikap ramah, sopan dan santun ketika berjalan, berbicara dan bertingkah laku, baik dengan sesama temannya, gurunya maupun dengan petugas yang ada di sekolah. Contoh tawadhu (rendah hati) kepada guru yaitu berperilaku sopan dan santun, bertutur kata dengan lemah lembut, mengikuti perkataan dan perbuatannya yang baik, karena guru adalah orang yang sepatutnya dapat ditiru, disamping itu guru telah banyak berjasa kepada kita sebagai siswa.

Di Masyarakat (dalam lingkungan masyarakat)
jika dibandingkan dengan kedua lingkungan tersebut (keluarga dansekolah), maka lingkungan masyarakatlah yang lebih luas dan heterogen.Untuk itu sikap tawadhu (rendah hati) dalam lingkungan masyarakat dapat dibagi kepada :

1). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih tua.  
Apabila kita bergaul dengan orang yang lebih tua usianya dari pada kita,maka kita harus senantiasa “hormat” kepadanya, karena pengalaman hidupnya lebih dulu dari pada kita.Adapun cara menghormatinya adalah (a). Bila bertemu hendaknya kita memberi salam atau menyapa terlebihdahulu.(b) Bila kita berbicara harus dengan kata-kata yang sopan lagi santun.(c) Mendengarkan apa yang dikatakan atau apabila kita menyampaikanpendapat hendaknya dengan baik.(d) tidak boleh merendahkan atau meremehkan 

2). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih muda. 
Apabila kia bergaul dengan orang yang lebih muda usianya dari pada kita, maka hendaknya atas dasar “kasih sayang”. Jika sudah demikian,maka yang muda akan “menghormati” kepada yang lebih tua. Karena orangyang muda biasanya akan mencontoh perilaku orang yang lebih tua.Jadi sikap tawadhu (rendah hati) bagi orang yang lebih muda usianya harus “menghormati” kepada yang lebih tua, dan orang yang lebih tua jugaharus “menyayangi” kepada yang lebih muda. Jika tidak demikian, maka bukan termasuk ummat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabda beliau: 
"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak “menyayangi” orang yang lebih muda diantara kita, dan orang yang tidak “menghormati’ kepadayang lebih tua diantara kita".(H.R. At-tirmidzi )

3) Sikap rendah hati kepada teman sebaya
Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari kepada sesama teman sebaya diantaranya adalah (a) Bertutur kata dengan baik (b) Bersikap lemah lembut (c) Bersikap sopan dan santun (d) Berbuat baik kepada teman (e) Saling menasehati (f) Saling menghormati (g) Tidak saling mengejek atau mencela (h) Tidak memanggil dengan panggilan yang kurang baik (i) Tidak mudah berperasangka buruk (j) Tidak saling memfitnah (k) Tidak saling menggunjing atau mengumpat dan lain-lain.

4) Sikap rendah hati terhadap agama lain
Sikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita tampilkan dalam kehidupansehari-hari terhadap agama – agama lain diantaranya adalah (a) menciptakan kerukunan secara bersama-sama, yang diwujudkan dalam suasana damai, tertib, saling memahami dan menghargai, serta adanya dialog antar agama.(b) Menghindari adanya konflik, misalnya saling mengecam atau mengancam.(c) Agar kita bersikap ramah, tidak saling mencurigai, dan memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama lain.(d) Berusaha untuk menghindari penyalah gunaan agama untukkepentingan tertentu.

4. Manfaat Sikap Tawadhu

1.   Dimuliakan oleh Allah SWT
Orang yang tawadhu dimuliakan oleh Allah SWT, sebaliknya orang yang sombong akan direndahkan oleh Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW, yang artinya ”Hak Allah bahwa tidaklah sesuatu dari dunia itu sombong melainkan Allah merendahkannya.” (HR. Bukhari)
 
2.     Dicintai sesama
Orang yang tawadhu akan dicintai oleh sesama manusia, karena ia selalu mencintai dan  menghormati orang lain.
 
3.     Banyak teman
Kebanyakan manusia suka bergaul/berteman dengan orang yang menjauhkan diri dari kesombongan atau bersikap tawadhu, karena orang yang tawadhu senantiasa menghargai orang lain dalam segala hal. Selain itu tawadhu akan mengantarkan seseorang kepada sikap kekeluargaan dan menjauhkan diri dari sikap egois.
 
Selain itu banyak lagi manfaat dari sikap tawadhu baik bagi diri sendiri atau bagi orang lain/masyarakat luas.


Contoh-contoh perilaku husnuzan
a.      Husnuzan kepada Allah swt.
Husnuzan artinya berprasangka baik. Sedangkan husnuzan kepada Allah swt. mengandung arti selalu berprasangka baik kepada Allah swt., karena Allah swt. terhadap hambanya seperti yang hamba-Nya sangkakan kepada-Nya. Jika seseorang hamba berprasangka buruk kepada Allah swt. maka buruklah prasangka Allah kepada orang tersebut, jika baik prasangka hamba kepada-Nya maka baik pulalah prasangka Allah kepada orang tersebut.
Pada hakikatnya, apa pun yang kita alami terhadap cobaan yang diberikan Allah, kita harus berbaik sangka. Misalnya, cobaan sakit, keluarga kita ada yang mengalami kecelakaan lalu lintas, semua itu adalah cobaan dan kita harus tabah dan tawakkal menghadapinya. Karena semakin sayang Allah kepada seorang hamba-Nya maka Allah akan menguji orang tersebut dengan cobaan yang lebih besar, sehingga kadar keimanannya bertambah pula.
            Cara membiasakan diri bersikap sabar:
1)      Zikrullah (mengingat Allah)
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya:    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’d: 28)

Zikir dapat melalui pengucapan lisan dengan memperbanyak menyebut asma Allah. Tetapi zikir juga bisa dilakukan dengan tindakan merenung dan memerhatikan kejadian di sekeliling kita dengan tujuan menarik hikmah. Sehingga akhirnya sadar bahwa segala sesuatu itu datangnya dari Allah juga.

2)      Mengendalikan emosi
Agar seseorang bisa berbuat sabar, maka harus berlatih mengendalikan emosi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam melatih mengendalikan emosi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam melatih mengendalikan nafsu atau emosi, yaitu:
a)      Melatih serta mendekatkan diri kepada Allah swt.
b)      Menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dilarang agama.
c)      Memilih lingkungan pergaulan yang baik.

b.      Husnuzan kepada diri sendiri
Husnuzan terhadap diri sendiri berarti berprasangka baik kepada diri sendiri. Menerima apa adanya serta tetap berbaik sangka pada Allah swt., tidak menyesali keadaan dan keberadaannya. Adanya berbagai cobaan misalnya, miskin, cacat, sakit dan sebagainya kita harus tetap bersyukur pada Allah swt. yang telah menciptakan sebaik-baik makhluk. Firman Allah swt.:
بِأَنْفُسِهِمْ مَا يُغَيِّرُوا حَتَّ وْمٍبِقَمَا يُغَيِّرُ لااللَّهَ إِنَّ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Sikap yang menunjukkan husnuzan dalam kehidupan sehari-hari antara lain: gigih, berinisiatif, dan rela berkorban.

1)      Gigih
Gigih berarti berkemauan kuat dalam usaha mencapai sesuatu cita-cita. Gigih sebagai salah satu dari akhlakul karimah sangat diperlukan dalam suatu usaha. Jika ingin mencapai suatu hasil yang maksimal, suatu usaha harus dilakukan dengan gigih, dan penuh kesungguhan hati.
Orang yang gigih tidak akan berpangku tangan dan tidak suka bermalas-malasan sehingga ia akan merasakan keberkahan hidup. Apabila setiap orang Islam memiliki sifat gigih, niscaya hidayah yang beriman akan melihat pekerjaan kita, sehingga tidak akan ada usaha kita yang sia-sia.
2)      Berinisiatif
Berinisiatif artinya senantiasa berbuat sesuatu yang sifatnya produktif berinisiatif menuntut sikap bekerja keras dan etos kerja yang tinggi.
 Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat yang produktif. Artinya fokuskan pada satu pekerjaan, jika telah selesai kerjakan yang lain. Tentu tidak hanya kerja keras saja melainkan dengan ketekunan, ketelitian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknolohi serta senantiasa mengefesiensikan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan atau permasalahan.
3)      Rela berkorban
Rela berarti bersedia dengan ikhlas hati, tidak mengharapkan imbalan atau dengan kemauan sendiri. Berkorban bararti memiliki sesuatu yang dimiliki sekalipun menimbulkan penderitaan bagi dirinya sendiri. Rela berkorban dalam kehidupan masyarakat berarti bersedia dengan ikhlas memberikan sesuatu (tenaga, harta, atau pemikiran) untuk kepentingan orang lain atau masyarakat. Walaupun dengan berkorban akan menimbulkan cobaan penderitaan bagi dirinya sendiri.

c.       Husnuzan terhadap sesama manusia
Hampir setiap waktu kita berinteraksi dengan orang lain, dan dari interaksi itulah kerap kali timbul salah paham-salah paham yang menjadi kerikil dalam komunikasi. Hampir setiap hari kita melakukan kesalahan. Baik yang disadari maupun tidak. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk melakukan tobat setiap hari.
Hubungan baik antara sesame manusia, khususnya antara mukmin yang satu dengan mukmin yang lain merupakan suatu yang harus dijalin dengan sebaik-baiknya. Hal ini karena Allah swt. telah menggarisbawahi bahwa seluruh kaum mukmin adalah bersaudara, sebagaimana firman Allah swt.:

وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ إِنَّمَا الْمًؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ 
Artinya: Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian  kepada Allah supaya kalian  mendapatkan rahmat. 

Karena setiap saat kita dapat menjadi orang yang melukai atau dilukai atau keduanya dalam waktu yang bersamaan setiap saat, maka kita amat perlu memlihara dan memupuk kemampuan untuk berbaik sangka (husnuzan) dan berlapang dada. Apabila ada masalah kita harus mencegah prasangka buruk yang mungkin timbul pada diri kita dengan berani bertanya mengenai duduk permasalahannya. Dan yang paling akhir adalah berani meminta maaf atau memaafkan bila kita memang salah atau ketika orang lain meminta maaf. Hal ini dimaksudkan agar ukhuwah islamiyah tetap terjalin dengan baik.



Terimakasih Sahabat – oleh Rafi Irsyad


Malam yang indah terpesir.
Sebuah cerita bahagia nan duka.
Saat dulu kita s’lalu bersama.
Tapi dimalam yang sunyi kita terpisah.
Terpisah jarak dan waktu.
Tapi tak mengapa.
Kita kan s’lalu terikat.
Terikat dengan tali persahabatan.
Persahabatan yang kekal.
Hingga di akhir jaman.
Kenangan-kenangan itu tak kan terlupakan.
Hingga ajal akan menjemputku.
Terimakasih sahabat. Kau telah memberi warna dalam hidup ini.
Dalam kisah-kisah kita.
Meski kita telah terpisah.
Jauh berbeda dari yang dulu..

Newer Posts Older Posts Home